Oleh: ibrohimabahimron | 30 Juni 2012

Status dan Comments 1 Mesir, Presiden Mursi

Mesir hari ini: cuma pergantian sopir, tidak akan ada yang berubah sedikitpun. Sistem riba akan diteruskan, dan pengabdian sopir baru ini hanya akan diberikannya kepada para bankster, bukan rakyat Mesir, apalagi Muslim Mesir.
Suka · · Bagikan

 

  • Heru PriyonoKalau nggak bisa menghilangkan madhorot semuanya, minimal mengurangi madhorot, menambah manfaat, Wallahu’alam…

  • Zaim Saidimas Heru: sayangnya tak akan mengurangi sedikit pun madhorot

  • Iman Firmansyahpenonton bisa nya nyurakin dan nyalah-nyalahin, tdk merasakan sulitnya pertandingan

  • Zaim SaidiIman: masalahnya ini salah bertanding.

    12 jam yang lalu · Tidak Suka · 1
  • Heru Priyonojangan2 kondekturnya yg bisa njawab?

    11 jam yang lalu melalui seluler · Suka
  • Setyawan Purwantokayak Tuhan aja dah hihihi

  • Rohmat Sulistyakayaknya ya sudah ikhwanul muslimin.

  • Zafar AM‎”Give me control of a nation’s money and I care not who makes it’s laws” — Mayer Amschel Bauer Rothschild

    Lihat Terjemahan
    11 jam yang lalu · Suka · 2
  • Eko Budi SantosoBertahap lah. Muhammad Mursi juga masih menghadapi militer yang enggan menyerahkan semua dominasinya. Kondisi ini hampir persis dengan Presiden Erdogan (Turki), saat awal-awal memenangkan pertarungan politik di Turki. Erdogan masih harus melalui beberapa tahap-tahap krusial (seperti referendum dll) untuk bisa eksis seperti saat ini.

    10 jam yang lalu · Suka · 1
  • Zafar AMBertahap mudah2an tercapai

  • Ihsanul Takwimada yg lebih parah lagi, supir dinar-dirham yg ugal2an…senangnya mencaci orang lain…tabrak sana-tabrak sini

    10 jam yang lalu · Suka · 1
  • Eko Budi SantosoHe..he..Pionir yang membuka hutan (Jawa: babat alas) memang harus tebang sana tebang sini…

  • Lutfiarto Setyabukankah belum di mulai ust mungkin pak zaim harus berkunjung ke mesir bertemu dan memberi usulan atau mengingatkan tentang sistem keuangan di mesir

  • Yossep AltIkhwanul Muslimin mengikuti Manhaj Syaikh Jamaluddin Al Irani, maka menurut Syaikh Umar Vadillo, Islam yang dibawakan oleh beliau adalah Islam Protestan, memperbarui Islam, dalam hal ini memperbarui doktrin Riba, yang pertama oleh Syaikh Muhammad Abduh dan dilanjut oleh Syaikh Muhammad Rashid Rida dengan corong Majalah Al Manar dan organisasi Rahasia anti sultan-nya.

Perbincangan Orang Singapura Tentang Kekayaan Indonesia
kiriman dari:Rista Saiful A
http://www.facebook.com/ris.anwar

Seorang member group Forum Mahasiswa Pascasarjana IPB di facebook memposting sebuah hasil perbincangan antara orang Indonesia dengan orang Singapura di Australia.

Ini Kisahnya: suatu pagi, kami menjemput seseorangg klien di bandara. Orang itu s…udah tua, kisaran 60 tahun. Si Bapak adalah pengusaha asal Singapura, dengan logat bicara gaya Melayu & English, beliau menceritakan pengalaman-pengalaman hidupnya kepada kami yang masih muda.

Beliau berkata,”Ur country is so rich!” Ah biasa banget denger kata-kata itu.

Tapi tunggu dulu.”Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia,”lanjutnya.

“Everything can be found here in Indonesia, U don’t need the world.”

“Mudah saja, Indonesia paru-paru dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia! Singapura is nothing, we can’t be rich without Indonesia 500.000 orang Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami, apartemen-apartemen terbaru kami yang beli orang-orang Indonesia, gak peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah RS kami, orang Indonesia semua yang berobat. Terus, kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, bener-benar panik. Sangat terasa,we are nothing. Kalian tahu ‘kan kalau Agustus kemarin dunia krisis beras, termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras. Lihatlah negara kalian, air bersih di mana-mana, lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia.

Saya ke Kalimantan pun dalam rangka bisnis, karena pasirnya mengandung permata.Terlihat glitter kalau ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3 ribu/kg ke pabrik China, si pabrik jual kembali seharga Rp 30 ribu/kg. Saya lihat ini sebagai peluang. Kalian sadar tidak, kalau negara-negara lain selalu takut meng-embargo Indonesia! Ya,karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI.

Belilah pangan dari petani-petani kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik-pabrik sendiri. Tak perlu impor kalau bisa produk sendiri. Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!!

Kisah nyata ini bisa dibagikan kepada seluruh anak bangsa agar menyadari kekayaan alam negeri tercinta. Semoga para elit kekuasaan dapat terketuk hatinya agar mengelola negeri dengan cara yang benar agar Indonesia tidak terjerumus menjadi Failure State.

Suka · · Ikuti Kiriman ·

dari grup facebook http://www.facebook.com/groups/222400584471518/

informasi dari http://blog.suaramerdeka.com/2012/05/10/ironi-sekolah-negeri-di-awan/ di Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, Jawa Tengah. Ada dua SD Negeri yang sepi peminat.

antara lain adalah http://p2tkdikdas.kemdiknas.go.id/

Kemdiknas Dirjen Dikdas Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar

Yang saya baca terakhir, ada program mengajar anak2 TKI di Sabah, Malaysia, selama 2 tahun, dengan insentif Rp 15 juta. Itu program di tahun 2012 ini. Informasi awalnya didapat dari situs ini http://edukasi.kompasiana.com/2012/06/09/rekruitmen-pendidik-anak-tki-di-sabah-malaysia-tahun-2012/

Oleh: ibrohimabahimron | 17 Mei 2012

Mohammad Roem (Diplomat dan Pejuang) hal. 143-144

untuk mendownload dalam bentuk Ms Word 2007, klik Roem Tmg.

 

Perpustakaan Umum Kabupaten Temanggung

B.10.13498

 

Judul Buku      : 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia

 

(best Seller – Edisi Revisi: 2009)

Oleh    : Tim Narasi

Penerbit           : Penerbit NARASI

Jln. Irian Jaya D-24, Perum Nogotirto II Yogyakarta 55292 Telp. 0274 7103048, Faks. 0274 620879

 

Biografi singkat seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia di Abad 20

 

Mohammad Roem (Diplomat dan Pejuang) hal. 143-144

 

Sejarah versi Orde Baru mencatat peran dominan militer dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Akan tetapi sesungguhnya, kombinasi yang harmonis antara perjuangan bersenjata dan perjuangan di meja diplomasilah yang membuat kemerdekaan Indonesia terwujud. Mohammad Roem adalah sosok yang berjuang di meja diplomasi demi menegakkan kedaulatan RI.

Mohammad Roem adalah salah satu nama yang sering disebut dalam berbagai perjuangan diplomasi Indonesia. Berawal dari Perjanjian Gencatan Senjata dengan Sekutu, Roem mulai aktif dalam bebagai perundingan, dari Perjanjian Linggarjati, Renville, Roem-Royen, dan Konferensi Meja Bundar.

Diplomat yang relistis, itulah yang dikenang dari sosok Roem. Dalam perundingan Roem-Royen yang dianggap sebagai satu perundingan penting yang membentuk republic ini, sempat terjadi polemic. Saat memimpin delegasi RI pada Roem-Royen, sebenarnya sedang terjadi perdebatan siapa yang berhak mengadakan perundingan: pemerintah RI di Yogyakarta atau PDRI pimpinan Sjafrudin Prawiranegara di Bukittinggi? Walau Masyumi, partainya, mendukung pendapat kedua, Roem akhirnya memihak pendapat pertama. Roem tidak mau terikat pada kelompok atau organisasi.

Mr. H. mohammad Roem lahir di kampung Klewongan, Kawedanan, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, 16 Mei 1908. Roem yang bercita-cita menjadi dokter, hijrah ke Batavia dan masuk Stovia (1930). Tidak jelas mengapa ia keluar dan kemudian masuk ke Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (1933). Yang jelas dari sinilah ia makin concern dengan nasib bangsa.

Roem mulai terjun dalam pergerakan nasional dengan bergabung ke dalam Jong Islamieten Bond, Syarekat Islam, dan Masyumi. Pada periode 1958-1960, ia terpilih menjadi ketua partai Masyumi. Roem juga aktif lembaga eksekutif dengan menjadi menteri dalam negeri dalam cabinet Sjahrir III dan cabinet Wilopo. Karir puncaknya adalah menjadi wakil perdana menteri dalam cabinet Ali Sastroamidjojo II. Pada 1948 Roem ikut dibuang ke Bangka bersama Hatta dan Soekarno.

Ironisnya, empat belas tahun kemudian Soekarno yang ganti memenjarakannya. Sejak 1962, selama empat tahun ia tinggal di dalam penjara karena Masyumi dianggap menentang Soekarno.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: